DALAM lima tahun mendatang, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah melakukan pembangunan besar-besaran di Masjidil Haram. Akibatnya, banyak hotel-hotel mewah di sekitar Masjidil Haram terkena proyek pelebaran dan harus dirobohkan.

Dipastikan jamaah haji yang pernah ke Baitullah lima tahun ke depan akan kaget melihat hasil pembangunan ini.
Berdasarkan pantaun harian ini, Pertengahan Mei kemarin tampak alat-alat berat dan pekerja siang malam melakukan pembangunan tersebut. Hotel-hotel megah di sekitar Baitullah dirobohkan dan bukit-bukit diratakan. Tampak di sekitar Baitullah alat-alat berat sedang melakukan pengerjaan peluasan pembangunan Masjidil Haram.

Hikam mahasiswa Indonesia yang kuliah di Arab Saudi mengatakan, pemerintah telah melaksanakan proyek Jabal Umar dan Jabal Sammiyah. Maka saat ini banyak hotel dan bukit-bukit diratakan untuk pembangunan perluasan Masjidil haram tersebut.

Senada, Ustadh DR Rusli Hasbi mengatakan kepada harian ini, Raja Arab Saudi, Abdullah mempunyai tekad akan menciptakan surga dunia di Mekah. Surga dunia yang dimaksudkan Raja Abdullah adalah bila jamaah melihat Masjidil Haram akan senang dan bahagia karena keindahannya. Diharapkan jamaah tenang dan khusyuk menjalankan dalam ibadahnya.

“Menakjubkan! Insyaallah! Keindahan Masjidil Haram sekitarnya nanti akan mengalahkan keindahan Kota New York dan London,” ujar DR Rusli Hasbi warga Indonesia yang sudah 18 tahun bermukim di Tanah Suci.
Menurutnya tekad Raja Abdullah menjadikan kawasan Masjidil Haram sebagai surga dunia, dilandasi doa yang sering diucapkan Nabi Muhammad SAW yakni “Rabbana aatina fiddun ya hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaban nar” (Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka).

Kebaikan dunia itulah yang akan coba diwujudkan Raja Abdullah dengan memberikan kesenangan bagi umat muslimin se-dunia dalam menjalankan ibadah di Masjidil Haram. Harapannya, Allah SWT memberikan juga kebaikan di akhirat serta terhindar dari siksa api neraka.

Menurutnya, Raja Abdullah ingin mengikuti apa yang telah dilakukan kakaknya Raja Fahd. Jika kakaknya telah membangun berbagai fasilitas sehingga Masjidil Haram dan sekitarnya menjadi megah, maka dia ingin berbuat yang sama, kalau bisa lebih dari itu.

“Dan kalau saya sudah bisa mewujudkan surga bagi umat muslimin se-dunia, dan jika saya nanti di akhirat tidak masuk surga itu adalah kehendak Allah,” kata Ustadz Rusli Hasbi menirukan ucapan Raja Abdullah melalui orang kepercayaannya.

Makanya sejak Februari lalu kawasan sekitar Masjidil Haram dihancurkan. Pasar Seng yang terkenal bagi masyarakat Indonesia diratakan dengan tanah. Hotel-hotel megah termasuk Hotel Sheraton Makkah juga dirobohkan.

Kegiatan pembangunan perluasan Masjidil Haram ini tidak mengganggu umat muslimin menunaikan ibadah umrah. Bahkan ditargetkan pada musim haji tahun ini beberapa fasilitas yang akan digunakan dalam menunaikan ritual haji akan selesai, seperti tempat sai yang akan ditingkat empat.

DR Hasbi menghimbau calon haji asal Indonesia tahun ini atau yang akan menjalankan ibadah umroh dalam waktu dekat ini agar menggunakan masker karena siang malam pekerjaan terus berlangsung.
Berbeda di Indonesia, di Arab Saudi tanah atau bangunan yang terkena pembangunan diganti untung tidak sebaliknya ganti rugi.

“Pemilik bangunan sekitar Masjidil Haram malah untung. Artinya apa yang dilakukan Raja ganti untung,” papar warga Indonesia yang berasal dari Aceh tersebut.

Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan dana mencapai 60 Triliun real. Ini baru untuk ganti rugi tanah. Belum lagi biaya untuk membangun dan menata kembali kawasan Masjidil Haram.

Sementara itu, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dalam eramuslim.com mengatakan tantangan penyelenggaraan haji untuk tahun ini lebih berat. Pasalnya proyek perluasan dan renovasi Masjidil Haram Mekah akan membuat ketersediaan pemondokkan bagi jamaah haji semakin berkurang.
Demikian dikatakan dalam Rapat Kerja Menteri Agama (Menag) RI M. Maftuh Basyuni bersama anggota Komisi VIII, di DPR, Jakarta, Senin (11/2).

“Tahun ini haji akan lebih sulit, pelebaran Masjidil Haram akan merobohkan sembilan puluh lima gedung, “kata Menag menanggapi pertanyaan seputar evaluasi pelaksanaan haji. Pelebaran Masjid paling utama bagi umat Islam sedunia itu sendiri memakan jarak hingga radius 380 meter.

Ditambahkan Maftuh, proyek perluasan Masjidil Haram akan mulai dilaksanakan pada Bulan Rabbiul Awal Tahun Hijriyah. Karena itu Menag mengantisipasinya dengan mempersiapkan tim pencari pemondokan jauh-jauh hari sebelumnya.

“Total 135 jamaah haji yang terlempar dari ring satu sudah bisa kami carikan penggantinya, “jelas Maftuh.
Terkait hal itu, sebelumnya anggota Komisi VIII Widada Bujowiryono menyarankan pemerintah untuk memiliki sendiri bangunan gedung bagi pemondokkan jamaah haji Indonesia.

Sementara itu, Ketua PPIH 1428 H/2007 M, Nur Samad Kamba mengatakan, proyek perluasan di Masjidil Haram, Makkah merupakan peraturan Raja secara turun temurun yang memerintah Arab Saudi.
“Dalam Undang-undang Dasar mereka, dinyatakan ada kewajiban bagi setiap Raja untuk melakukan perluasan Masjidil Haram dan menyediakan sarana dan fasilitas yang lebih baik bagi jamaah haji, “ kata Nur Samad Kamba

Tanah yang akan dibangun adalah sekitar 1. 000 meter dari Masjidil Haram, yakni di Jarwal Taisir, sedangkan di Jalan SyariÆ Mansyur jaraknya sekitar 2. 000 meter. Selain itu, juga akan disediakan shuttle bus dari pemondokan ke Masjidil Haram. (eramuslim.com)